Dampak Pembelajaran IPS yang Hanya Berbasis Buku Teks terhadap Pemahaman Konsep Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.37985/sj.v2i3.54Keywords:
pembelajaran IPS, buku teks, pemahaman konsep.Abstract
Di sekolah dasar, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) seringkali berpusat pada buku teks sebagai satu-satunya sumber belajar. Pendekatan ini dapat menyebabkan rendahnya pemahaman konsep siswa karena materi disampaikan secara tekstual dan minim konteks kehidupan nyata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak penggunaan buku teks secara eksklusif dalam pembelajaran IPS terhadap pemahaman konsep siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua guru kelas dan satu siswa di SD Negeri 7 Metro Pusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS yang hanya mengandalkan buku teks cenderung tidak efektif dalam membantu siswa memahami konsep secara menyeluruh. Kurangnya variasi media pembelajaran dan keterlibatan siswa dalam aktivitas yang kontekstual menjadi faktor utama yang menghambat pemahaman. Guru mengungkapkan perlunya penggunaan media digital dan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif. Sementara itu, siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi tanpa bantuan visual atau pengalaman langsung. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan pentingnya diversifikasi media dan metode pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep IPS pada siswa sekolah dasar
References
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2010). Kerangka landasan untuk pembelajaran, pengajaran, dan asesmen. Pustaka Pelajar.
Arifin. (2018). Mengajar dengan buku teks, masih perlukah?
Aunurrahman. (2010). Belajar dan pembelajaran. Alfabeta.
Dalyono. (2007). Psikologi pendidikan. Rineka Cipta.
Helisa, Aminuyati, & Wiyono. (2020). Analisis penggunaan buku teks pada pembelajaran IPS Kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Pontianak. Jurnal Pendidikan Pembelajaran Khatulistiwa, 9(9), 1–8.
Karima, & Ramadhani. (2018). Permasalahan pembelajaran IPS dan strategi jitu pemecahannya. Jurnal Pendidikan, 2(1), 43–53.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Indikator Pemahaman Konsep.
Lesmana. (2016). Penerapan model mind mapping dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPS siswa SD [Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia].
Novianti, Qotimah, Arvita, & Anam. (2023). Literatur review: Pengembangan, pembelajaran dan pengorganisasian IPS di sekolah. Jurnal Basicedu, 7(6), 3654–3662.
Prastawati, & Mulyono. (2023). Peran manajemen pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penggunaan alat peraga sederhana. Jurnal Ilmiah PGSD, 9(1), 378–392.
Suhaemi, Asih, & Handayani. (2020). Peranan media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep belajar IPS SD. Jurnal Ilmiah PGSD, 4(1), 36–44.
Syah, M. (2006). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Rosadakarya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Kaulan Karima, Erni, Adelia Nanda Febriani, Alma Handini, Farida Palupi, Juvita Tri Lestari, Melani Bunga Cantika, Taufik Ramadhan, Tria Alitasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


